Kondisi Geografis Wilayah
Kabupaten Fakfak setelah mengalami pemekaran berdasarkan UndangUndang Nomor 26 tahun 2002 memiliki luas 14.320 km2. Terdiri atas 17 (tujuh belas) distrik dan terbagi dalam 142 kampung definitif pada tahun 2015 setelah dilakukan pelantikan seluruh perangkat kampung.
Dengan proporsi ini maka wilayah Kabupaten Fakfak yang mempunyai luas terbesar berada pada Distrik Karas 2.491 km² atau 17,40 % dan distrik dengan luas terkecil adalah Distrik Fakfak 233 km² atau 1,63 % dari luas total wilayah Kabupaten Fakfak.
Selengkapnya disajikan dalam tabel berikut:
| No | Nama Distrik | Nama Ibu Kota Distrik | Jumlah Kampung | Luas Wilayah (km²) | Proporsi (%) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Fakfak | Fakfak | 3 | 233 | 1,63 |
| 2 | Fakfak Timur | Weri | 6 | 1.020 | 7,12 |
| 3 | Fakfak Barat | Werba | 9 | 679 | 4,74 |
| 4 | Kokas | Kokas | 14 | 788 | 5,50 |
| 5 | Fakfak Tengah | Raduria | 13 | 705 | 492 |
| 6 | Karas | Marakuli | 7 | 2.491 | 17,40 |
| 7 | Kramongmongga | Kramongmongga | 10 | 746 | 5,21 |
| 8 | Teluk Patipi | Patipi Pasir | 13 | 786 | 5,49 |
| 9 | Bombery | Onim Sari | 7 | 1.023 | 7,14 |
| 10 | Pariwari | Dulanpokpok | 6 | 587 | 4,10 |
| 11 | Wartutin | Wartutin | 6 | 1.006 | 7,03 |
| 12 | Fakfak Timur Tengah | Krabelang | 10 | 701 | 4,90 |
| 13 | Arguni | Fior | 5 | 334 | 2,33 |
| 14 | Mbahamdandara | Goras | 7 | 664 | 4,64 |
| 15 | Kayuni | Kayuni | 9 | 732 | 5,11 |
| 16 | Furwago | Rumbati | 8 | 938 | 6,55 |
| 17 | Tomage | Tomage | 9 | 887 | 6,19 |
Batas Wilayah dan Koordinat Masing-masing Distrik di Kabupaten Fakfak
| No | Distrik | Batas Wilayah | Koordinat |
|---|---|---|---|
| 1 | Distrik Fakfak |
| 132°19'14"E dan 2°54'12"S. |
| 8 | Distrik Kramongmongga |
| 132°27'2"E 7 dan 2°49'51" S. |
| 9 | Distrik Teluk Patipi |
| 132°7'23"E dan 2°44'3" S. |
| 13 | Distrik Arguni |
| 132°34'20"E dan 2°41'53" S. |
| 14 | Distrik Mbahamndandara |
| 132°42'7"E dan 2°59'53" S. |
| 2 | Distrik Fakfak Barat |
| 132°11'32"E dan 2°53'29" S. |
| 3 | Distrik Fakfak Timur |
| 132°41'36"E dan 3°11'16" S. |
| 4 | Distrik Kokas |
| 132°27'34"E dan 2°41'53" S. |
| 5 | Distrik Fakfak Tengah |
| 132°27'2"E dan 2°53'29" S. |
| 6 | Distrik Karas |
| 132°25'29"E dan 133°25'34" E & 3°13'20" S. |
| 7 | Distrik Bomberay |
| 133°2'36"E dan 2°59'17" S. |
| 10 | Distrik Pariwari |
| 132°15'10"E dan 2°53'37" S. |
| 11 | Distrik Wartutin |
| 132°5'19"E dan 2°54'38" S. |
| 12 | Distrik Fakfak Timur Tengah |
| 132°36'24"E dan 2°59'53" S. |
| 15 | Distrik Kayauni |
| 132°18'12"E dan 2°46'14" S. |
| 16 | Distrik Furwagi |
| 132°6'21"E dan 2°49'51" S. |
| 17 | Distrik Tomage |
| 133°2'36"E dan 2°46'57" S. |
Keadaan Iklim
Kabupaten Fakfak di tahun 2016 memiliki tingkat curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga Mei sedangkan curah hujan terendah berada pada bulan September hingga bulan Desember.
Rata-rata suhu udara yang tercatat di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Fakfak pada temperatur normal berada pada kisaran 20,70-32,50⁰C. Suhu udara terendah terjadi pada bulan Agustus dan suhu udara tertinggi terjadi pada bulan Maret dan Desember.
Rata-rata Kelembaban Udara pada tahun 2016 sebesar 84,8 persen, kelembaban udara terendah terjadi pada bulan Desember yaitu sebesar 79,0 persen dan kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 90,0 persen.
Tekanan udara tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar 996,1 mb dan terendah pada bulan Februari sebesar 898,8 mb. Kecepatan angin yang tercatat di BMKG Fakfak selama tahun 2016 berkisar antara 4-6 knot. Penyinaran matahari tertinggi pada bulan Desember 5,8 % dan terendah bulan Oktober 3,3 %.
Sedangkan banyaknya hari hujan yang terjadi sebanyak 276 hari dalam satu tahun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah tersebut menunjukkan angka yang lebih tinggi. Bila dilihat curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari dan Maret sebanyak 31 hari dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Desember sebesar 14 hari dan buan Oktober 16 hari.
Geologi
Struktur geologi Kabupaten Fakfak termasuk daerah yang stabil jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Papua Barat. Bila dilihat dari satuan morfologinya terdiri dari:
- Satuan Morfologi Batuan Kasar, Morfologi ini menempati ketinggian 500-1428 mdpl, satuan batuan pada umumnya batu gamping tersier yang berselingan dengan batu lempung, kondisi seperti ini terdapat di Pegunungan Fakfak yang memanjang antara Barat Laut sampai Tenggara dengan hutan hujan yang cukup lebat.
- Satuan Morfologi Perbukitan Kars, Satuan ini memiliki ketinggian antara 100-5000 mdpl, yang umumnya terdiri dari batu gamping terumbu yang menempati sepanjang pantai utara Distrik Kokas dan pulau-pulau di sebelah utara Kokas yaitu P. Ugar, P. Arguni, P. Koyier, p. Sopar, P. West, P. Basak, P. Ogasmumi dan Kep. Sariga.
- Satuan Morfologi Dataran Rendah, Morfologi ini menempati kawasan kaki gunung dengan ketinggian 5-50 mdpl, satuan morfologi ini ditempati oleh endapan aluvial, pasir kuarsa dan lempung yang terdapat di sepanjang sungai dataran Bomberay.
Kondisi geologi di Kabupaten Fakfak sangat dipengaruhi oleh aktivitas tektonik yang terjadi mulai pada Jaman Perem sedangkan secara stratigrafi bawah permukaan kelompok batuan penyusunnya dapat diketahui dari beberapa sumur pengeboran dalam yang pernah dilakukan.
Keberadaannya tersebar dibawah permukaan di utara lembar dengan ketebalan di duga hingga 407 m dan kelompok batuan gamping lainnya yang merupakan angota batu gamping Mbaham, Tawar, Rumbati, Batu gamping onim, Kuwama, kelompok besar batu gamping New Guinea, batu pasir Tusuawai dan endapan alluvium yang dijumpai di Fakfak.
Susunan batuan yang dijumpai di Kabupaten Fakfak mulai dari yang berumur tua hingga berumur muda mulai dari Kelompok Aifan yaitu batuan yang terjadi pada lingkungan pengendapan laguna yang diperkirakan berasal dari Benua Australia, Kelompok Batu Gamping Bogal (Trub) dengan penyebaran yang dijumpai pada bagian barat daya, Kelompok Fageo (Jf) diperkirakan berumur Jura Awal-Akhir pada skala waktu geologi.
Topografi dan Kemiringan
Kondisi Topografi Kabupaten Fakfak bervariasi mulai dari dataran rendah sampai daerah perbukitan. Dilihat dari aspek topografisnya, di dominasi oleh wilayah dengan kondisi kemiringan > 40% yaitu seluas 2.297,964 ha, wilayah dengan kemiringan 0-15% seluas 1.434,636 ha serta sisanya merupakan kemiringan yang berkisar antara 15-40 %. Dari pengelompokkan berikut:
- Datar, terletak pada ketinggian 0-50 m dpl di wilayah barat pada sebagian besar Distrik Fakfak, Fakfak Barat, dan Fakfak Timur; Berbukit, ketinggian 100-1000 m dpl di antara Fakfak dan Kokas
- Pegunungan diatas 1000 m dpl terletak di bagian Utara Fakfak
Jenis Tanah dan Bentuk Lahan
Jenis tanah di Kabupaten Fakfak berdasarkan data Regional Physical Planning Foor Program Transmigration meliputi jenis tanah Latosol dan Aluvial, Pedsolik Merah Kuning, Pedsolik Coklat Kelabu, Organosol (Tanah Gambut) dan Mediteren Merah Kuning. Bentuk dan Jenis lahan dibedakan atas 6 (enam) kelompok yaitu kelompok Aluvial, Marin, Dataran, Perbukitan, Pegunungan dan kelompok Karst.
- Kelompok Aluvial, pada aliran sungai dan berada pada rawa yang tergenang, terdapat di wilayah datar, gelombang dan Berbukit
- Kelompok Dataran, Bentuk lahan tersusun dari bahan induk deposit, Alufium, Napal dan Batu Pasir. Sistem ini mempunyai bentuk wilayah yang bergelombang, berbukit kecil sampai lereng yang agak curam
- Kelompok Perbukitan, Terletak pada perbukitan dan kaki-kaki gunung yang memanjang. Bentuk lahan pada kelompok ini tersusun dari bahan induk batu pasir dan serpihan
- Kelompok Pegunungan, Bentuk lahan pada kelompok ini tersebar pada daerah pegunungan dan perbukitan yang sistemnya pararel, berada pada perbukitan dan pengungan kapur yang terjal. Bentuk lahan dari sistem pegunungan ini tersusun dari bahan induk sepertinik, peridalit, batu di wilayah pesisir, batu gamping dan napal, sekis, filit dan Andesit
- Karst, Penyebaran sistem karst ini berada pada perbukitan berbentuk
Hidrologi
Kondisi hidrologi ditandai dengan terdapatnya beberapa sungai yang melintasi wilayahnya. Umumnya sungai-sungai yang ada berbentuk dendritik. Diantaranya Sungai Bomberay, Sungai Werba, Sungai Air Besar, Sungai Budidi, Sungai Tetar dan Sungai Kayuni. Fungsi sungai dimanfaatkan sebagai:
- Prasarana Perhubungan bagi penduduk yang bermukiman di pesisir pantai dan yang tinggal di daerah pedalaman
- Tempat dan mata pencaharian penduduk setempat. Sebagai sumber kehidupan sehari-hari
